KPU Kabupaten Tanggamus mengucapkan Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H "Dan Tiadalah Kami Mengutus Kamu (Muhammmad) melainkan untuk Rahmat Semesta Alam (Q.S. Al-Anbiya : 107).
Jum'at, 15 Oktober 2021 pukul 13.30 WIB KPU Kabupaten Tanggamus mengikuti Webinar seri ke 11 Sosdiklih dan Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dalam Diskusi Demokrasi dan Kepemiluan yang di inisiasi Koordiv Antoniyus Cahyalana. Tiba pada giliran KPU Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dibawah Koordinasi Feriyanto, SE selaku Kadiv Sosdiklih dan Parmas dengan mengusung tema diskusi "Peningkatan Partisipasi Pemilih Melalui Pendekatan Budaya dan Kearifan Lokal" Yang sebelumnya Koordiv Antoniyus Cahyalana menyampaikan pemantik pengantar dengan tema "Strategi Peningkatan Partisipasi Masyakarat dalam Pemilihan 2020".
Kamis, 14 Oktober 2021 pukul 13.30 WIB KPU Kabupaten Tanggamus mengikuti Meeting Zoom Rapat Koordinasi Sharing of Experience Penggunaan aplikasi Sirekap pada Pemilihan 2020 yang diselenggarakan KPU RI, aplikasi ini dibuat agar Pemilu dan Pemilihan dapat berjalan dengan transparansi sebagai bentuk pertanggungjawaban publik terhadap orisinalitas atas hasil pemungutan suara ditahapan rekapitulasi mudah dan cepat diakses oleh masyarakat umum.
Selasa, 12 Oktober 2021 pukul 09.00 WIB KPU Kabupaten Tanggamus mengikuti zoom meeting Sosialisasi Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Aplikasi Integrated Discipline (I'Dis) dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesanggupan pegawai negeri sipil untuk menaati segala kewajiban dan menghindari setiap larangan yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta peraturan kedinasan yang berlaku bagi setiap pegawai di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Kota Agung, 12 Oktober 2021 - Webinar Desa peduli Pemilu dan Pemilihan, seri 6: dengan Tema "Modus Operandi dan Solusi Kampanye SARA dalam Pemilu dan Pemilihan".
Acara dibuka oleh ketua KPU RI Ilham syaputra, dan dimoderatori oleh Maya Karim jurnalis TVRI.pemateri pertama .akademisi Fisip Universitas Airlangga Kris Nugroho, memaparkan 5 Prinsip Pemilu Demokratif, Hak pilih universal, kesastraan, Luber & jurdil, bebas dari kekerasan/paksaan, Non diskriminasi.
Beliau juga menawarkan solusi terhadap politisasi SARA dalam kampanye :
*Memperkuat kelembagaan struktur mobilisasi partai politik
*Mempertegas regulasi Pilkada, memberi sanksi politisasi SARA dalam kampanye (denda, pidana, pembatalan pencalonan)
*Memperkuat Pengawasan Pemilihan
*Memperkuat literasi politik, demokrasi kesetaraan politik ==fungsi Parmas dan Sosialisaì penyelenggara pemilu di perkuat.
Sementara pemateri kedua Prof. Valina Singka Subekti, dari UI menyimpulkan bahwa maraknya kampanye SARA adalah karena sistem pemilu kita berasaskan langsung dengan memilih calon/kandidatnya secara langsung had to had, maka daya saing /kompetisi dalam kampanye, yang akhirnya mendorong mobilisasi parpol dalam menghembuskan isu_isu SARA.
Begitu juga dengan adanya Parlemen threshold dan presiden threshold yang cukup tinggi dan revolusi digital. Teknologi informasi yang sangat mempengaruhi dunia politik, pemilih mudah terpengaruh dan terprovokasi dan tidak memfilter informasi yang diterima.
Hal yang memungkinkan marak nya kampanye SARA di pengaruhi oleh pendidikan pemilih dan keadaan ekonomi masyakarat yang masih "miskin".